🇮🇩 Manifesto Kedaulatan AI

Indonesia Harus Memiliki
Seluruh Rantai Nilai AI

Dari sumber energi hingga produk kecerdasan buatan — tidak ada kedaulatan digital tanpa kepemilikan end-to-end.

Dunia sedang bergerak menuju era di mana kecerdasan buatan akan menentukan kekuatan ekonomi, pertahanan, dan masa depan sebuah bangsa. Indonesia — dengan 286 juta penduduk, cadangan mineral strategis terbesar dunia, dan potensi energi terbarukan yang luar biasa — memiliki semua bahan mentah untuk menjadi kekuatan AI global. Yang kurang hanyalah keberanian untuk membangun.

Scroll
🌋 Geothermal #2 Dunia — Potensi 28 GW, baru 2.7 GW terpakai
⛏️ Nikel #1 Dunia — 56% produksi global, 2.2 juta ton/tahun
☁️ Cloud Asing Dominan — AWS $5B, Microsoft $1.7B investasi di Indonesia
👥 286 Juta Penduduk — Pasar AI terbesar ke-4 dunia
☀️ Solar 3.300 GW Potensi — Baru 0.7 GW terpasang
💰 GDP $7.3 Triliun — Target Indonesia Emas 2045
🏗️ Data Center $3.5B — Pasar hyperscale Indonesia 2025
🔌 90 GW Kapasitas Listrik — 80% masih dari fosil
Rantai Nilai AI End-to-End

Dari Energi Hingga Produk AI

Kedaulatan AI bukan hanya soal algoritma. Ini tentang menguasai setiap mata rantai — dari pembangkit listrik yang menyalakan data center, hingga produk AI yang melayani rakyat.

Sumber Energi Geotermal, Solar, Hidro
🏭
Pembangkit Power Generation
🔋
Penyimpanan Storage & Grid
🖥️
Data Center Compute & Cloud
🧠
Layanan AI Model & Platform
🚀
Produk AI Aplikasi & Solusi
Sumber Energi
Potensi Besar Pemanfaatan Rendah

Indonesia memiliki potensi geotermal 28 GW (terbesar dunia, baru 10% dimanfaatkan), solar 3.300 GW (sebagai negara khatulistiwa), dan hidro 94 GW. Namun 80% listrik masih dari fosil.

0 GW Potensi Geotermal
0 GW Potensi Solar
0% Terpakai

Sumber: ESDM, ADB, Energy Tracker Asia 2024

🏭 Pembangkit Listrik
Transisi Diperlukan

Kapasitas terpasang ~90 GW, dengan batu bara mendominasi di 49.7 GW. Energi terbarukan hanya 13 GW (2023). Target pemerintah: 23% renewable di bauran listrik 2025, 35% pada RUPTL baru.

0 GW Total Kapasitas
0% Masih Fosil

Sumber: IEA, PLN RUPTL, Ember 2025

🔋 Penyimpanan Energi
Mineral Strategis Kapasitas Minim

Indonesia adalah produsen nikel #1 dunia (2.2 juta ton/tahun, 56% global) — bahan kunci baterai EV dan grid storage. Cadangan mineral: nikel 1.5 miliar ton, timah 1.2 miliar ton, bauksit 927 juta ton. Namun penyimpanan energi grid masih hampir nol.

#1 Nikel Dunia
0% Produksi Global

Sumber: IEA Critical Minerals 2025, USGS, S&P Global

🖥️ Data & Compute Center
Dominasi Asing

Pasar data center Indonesia ~$3.5 miliar (2025), diproyeksikan $8-9 miliar pada 2030. Namun dikuasai pemain asing: AWS ($5B investasi), Microsoft ($1.7B), Google Cloud, dan Alibaba Cloud. Kapasitas ~977 MW, mayoritas hyperscale asing.

0 MW Kapasitas 2025
$5B+ Investasi Asing

Sumber: Mordor Intelligence, Arizton, Nexdigm 2025

🧠 Layanan AI
Ketergantungan Tinggi Potensi Awal

Stranas KA (Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial) diluncurkan 2020 dengan 186 program. Lima prioritas: kesehatan, pemerintahan, pendidikan, ketahanan pangan, mobilitas. Namun belum ada foundation model Indonesia skala besar, dan riset AI BRIN masih terbatas.

186 Program Stranas KA
0 Foundation Model

Sumber: Stranas KA 2020, MFAT NZ Report 2023

🚀 Produk AI
Ekosistem Muda

Ekosistem digital Indonesia berkembang pesat (proyeksi $360 miliar pada 2030 menurut Google-Temasek-Bain). Startup seperti Gojek, Tokopedia, dan Ruangguru menunjukkan kapabilitas. Namun produk AI yang benar-benar berdaulat — menggunakan model, data center, dan energi domestik — belum ada.

$360B Ekonomi Digital 2030
212M Pengguna Internet

Sumber: Google-Temasek-Bain e-Conomy SEA 2024

Mengapa Kedaulatan

Tanpa Kedaulatan AI,
Tidak Ada Kedaulatan Nasional

Di abad ke-21, data adalah minyak baru, AI adalah listrik baru, dan compute adalah infrastruktur kritis. Bangsa yang tidak menguasainya akan menjadi konsumen — bukan pencipta — masa depan mereka sendiri.

01

Kedaulatan Data Warga

Data 286 juta warga Indonesia — rekam medis, transaksi keuangan, biometrik, lokasi — tersimpan di server asing yang tunduk pada hukum negara lain. Melalui CLOUD Act AS, pemerintah Amerika dapat mengakses data di server AWS atau Azure Jakarta tanpa izin Indonesia.

"Indonesia tidak memiliki perjanjian akses data resiprokal dengan sebagian besar negara teknologi — data warga kita bisa diakses dari luar, tapi tidak sebaliknya."
— IDPRO, 2025
02

Kebocoran Ekonomi

Indonesia membayar miliaran dolar setiap tahun ke AWS, Google Cloud, dan Microsoft Azure. Menurut BCG, 75% belanja iklan digital Asia Tenggara mengalir ke platform AS. Ini bukan hanya biaya — ini adalah nilai ekonomi yang terus diekstraksi dari Indonesia.

"Jika data adalah minyak baru, maka Indonesia harus menjadi penjaga tambangnya sendiri — bukan sekadar pengekspor bahan mentah digital."
03

Keamanan Nasional

Ketergantungan pada infrastruktur digital asing menciptakan kerentanan strategis. Dalam skenario krisis geopolitik atau sanksi ekonomi, akses terhadap komunikasi, cloud computing, dan sistem pembayaran bisa terganggu secara mendadak.

04

Kedaulatan Minyak → Kedaulatan AI

Sejarah Indonesia dengan kedaulatan minyak menjadi paralel yang relevan. Dari konsesi VOC hingga nasionalisasi aset minyak, bangsa ini pernah berjuang untuk menguasai sumber daya alamnya. Kini pertarungan yang sama terjadi di ranah digital — dan taruhannya lebih besar.

05

Kolonialisme Digital

Data yang dihasilkan Indonesia secara sistematis diekstraksi, disimpan, dan dimanfaatkan oleh raksasa teknologi asing. Vietnam, India, dan Uni Eropa telah mengambil langkah tegas untuk lokalisasi data. Indonesia harus bergerak — sebelum ketergantungan menjadi permanen.

"Ketika perusahaan asing membangun atau memiliki jaringan, cloud, dan kabel sebuah negara — kedaulatan itu tergerus."
— Modern Diplomacy, 2025
06

Negara Lain Sudah Bergerak

UEA membangun "sovereignty stack" melalui G42 dan Falcon LLM dengan investasi $100B+. Saudi Arabia melalui NEOM dan Humain. China menghabiskan $150B+ untuk kemandirian semikonduktor. India dengan Digital India. Indonesia — dengan sumber daya yang lebih kaya — belum memulai langkah setara.

Keunggulan Indonesia

Modal yang Tak Dimiliki Negara Lain

Sedikit sekali negara di dunia yang memiliki kombinasi: energi terbarukan melimpah, mineral strategis, populasi besar, dan lokasi geografis sentral. Indonesia memiliki semuanya.

🌋 28 GW

Geotermal Terbesar Dunia

Potensi geotermal ~28 GW tersebar di 357 lokasi. Energi baseload 24/7 — ideal untuk data center yang butuh daya konstan. Baru 10% terpakai.

Sumber: ADB, Statista 2024

⛏️ #1

Mineral Strategis

Produsen nikel terbesar dunia (56% global). Cadangan: nikel 1.5B ton, timah 1.2B ton, bauksit 927M ton, tembaga 640M ton — kunci untuk baterai & semikonduktor.

Sumber: IEA, USGS, Trade.gov

👥 286 juta

Populasi & Pasar

Negara ke-4 terpadat di dunia. 212 juta pengguna internet. Ekonomi digital $360B pada 2030. Pasar AI domestik yang masif.

Sumber: UNFPA, DataReportal 2025

🌏 Hub ASEAN

Lokasi Strategis

Di persimpangan kabel bawah laut global. AS sedang mengalihkan rute kabel dari Laut China Selatan ke perairan Indonesia. Hub konektivitas Asia-Pasifik.

Sumber: Carnegie Endowment, Foreign Policy

🧑‍💻 30.4 th

Demografi Muda

Median usia 30.4 tahun. 68.2% usia produktif. Bonus demografi menuju puncak — potensi talent pool AI terbesar di ASEAN.

Sumber: Worldometer 2025

☀️ 3.300 GW

Potensi Surya Luar Biasa

Negara khatulistiwa dengan radiasi solar 4.8-5.1 kWh/m²/hari sepanjang tahun. Estimasi potensi 3.300 GW — baru 0.7 GW terpasang (0.02%).

Sumber: PVknowhow, Energy Tracker Asia

Peta Jalan 2045

Dari Fondasi ke Indonesia Emas

Visi Indonesia Emas 2045 menargetkan GDP $7.3 triliun dan ekonomi top-5 dunia. Kedaulatan AI adalah pilar yang akan menentukan apakah visi ini tercapai — atau hanya menjadi slogan.

1
2025 — 2030

Fondasi

Membangun infrastruktur dasar dan kerangka kebijakan

Energi

Akselerasi Geotermal & Solar

Percepat pemanfaatan geotermal dari 2.7 GW ke 7+ GW. Bangun zona energi khusus AI (AI Power Zones) di dekat data center. Target: 5 GW solar baru terpasang.

Data Center

Inisiatif Cloud Berdaulat

Bangun hyperscale data center domestik melalui BUMN (Telkom, PLN) dan swasta nasional. Syarat lokalisasi data yang ketat. Target: 50% kapasitas baru dari operator domestik.

AI

Klaster Compute Nasional

Bangun National AI Training Cluster — compute berdaulat untuk melatih model AI Indonesia. Luncurkan program beasiswa AI 10.000 talenta/tahun. Perkuat riset BRIN.

Kebijakan

Kerangka Kedaulatan AI

Perkuat UU PDP 2022, percepat Perpres AI. Wajibkan lokalisasi data strategis. Bentuk Badan Kedaulatan AI Nasional. Ratifikasi framework ASEAN untuk data.

2
2030 — 2035

Skala

Memperluas kapabilitas dan mulai ekspor layanan

Energi

Hidrogen Hijau & Nuklir

Kembangkan green hydrogen dari surplus solar/geotermal. Eksplorasi thorium sebagai opsi nuklir. Target: Indonesia menjadi eksportir energi bersih regional.

Compute

OSAT & Perakitan GPU

Bangun fasilitas OSAT (Outsourced Semiconductor Assembly & Test) domestik — pasar OSAT Indonesia sudah $1.1 miliar. Mulai perakitan GPU dan akselerator AI.

AI

Foundation Model Indonesia

Luncurkan Large Language Model Bahasa Indonesia berdaulat. Kembangkan AI-as-a-Service untuk ekspor ke ASEAN. Bangun ekosistem AI untuk pertanian, manufaktur, dan pemerintahan.

Industri

AI untuk Sektor Prioritas

AI-powered precision agriculture untuk ketahanan pangan. Smart manufacturing 4.0. E-government berbasis AI. Produksi baterai skala besar dari nikel domestik.

3
2035 — 2045

Indonesia Emas

Kedaulatan penuh dan kepemimpinan regional

Full-Stack

Kapabilitas End-to-End

Seluruh rantai nilai AI — dari energi hingga produk — dikuasai secara domestik. Indonesia tidak lagi tergantung pada satu pun negara asing untuk infrastruktur digital kritisnya.

Regional

Hub AI ASEAN

Indonesia menjadi pusat AI Asia Tenggara. Negara-negara tetangga menggunakan cloud, model AI, dan layanan digital Indonesia. Ekspor layanan AI ke negara berkembang di Asia dan Afrika.

Semikonduktor

Desain Chip Indonesia

Mulai desain chip fabless untuk kebutuhan spesifik: akselerator AI, chip IoT pertanian, chip keamanan nasional. Fabrikasi melalui kemitraan strategis. Roadmap silika 2025-2035 terealisasi.

Visi

The AI Tiger of Southeast Asia

GDP menuju $7.3 triliun. Ekonomi digital 20% dari GDP. AI-powered governance di seluruh tingkatan. IKN Nusantara sebagai showcase smart city berdaulat. Indonesia bukan hanya pasar — tapi pencipta.

Harga Keengganan

Biaya Paling Mahal Adalah Tidak Berbuat Apa-apa

Setiap tahun Indonesia menunda, ketergantungan semakin dalam dan nilai ekonomi yang terekstraksi semakin besar. Seperti negara yang terlambat industrialisasi — ketertinggalan dalam AI bisa berlangsung generasi.

🚫 Jika Indonesia Diam

  • ⚠️ Data 286 juta warga sepenuhnya dikelola asing — tanpa akses, tanpa kontrol, tanpa resiprokal
  • ⚠️ Miliaran dolar terus mengalir ke AWS, Google, Azure setiap tahun — kebocoran ekonomi permanen
  • ⚠️ Tidak ada foundation model Bahasa Indonesia — AI yang melayani rakyat tidak memahami budaya dan konteks lokal
  • ⚠️ Talent terbaik terus bermigrasi ke Silicon Valley, Singapura, dan Dubai — brain drain yang tidak bisa dibalik
  • ⚠️ Indonesia Emas 2045 hanya jadi slogan — GDP $7.3T mustahil tanpa value creation digital domestik
  • ⚠️ Kerentanan keamanan nasional: infrastruktur kritis bergantung pada entitas asing yang tunduk pada hukum dan kepentingan negara lain
  • ⚠️ Mineral strategis (nikel, timah, bauksit) terus diekspor mentah — nilai tambah tertinggi diambil negara lain

✅ Jika Indonesia Bertindak

  • 🎯 Sovereign cloud yang melindungi data warga dan memberi Indonesia leverage geopolitik digital
  • 🎯 Triliunan rupiah value creation tetap di dalam negeri — multiplier effect untuk ekonomi domestik
  • 🎯 Foundation model AI yang memahami Bahasa Indonesia, budaya lokal, dan konteks Nusantara
  • 🎯 Indonesia menjadi magnet talent — diaspora pulang karena ada ekosistem AI kelas dunia
  • 🎯 Ekonomi digital mencapai 20% GDP — target Indonesia Emas 2045 realistis tercapai
  • 🎯 Kemandirian infrastruktur digital: komunikasi, compute, dan AI tidak bisa "dimatikan" dari luar
  • 🎯 Hilirisasi digital: dari eksportir mineral mentah menjadi eksportir layanan AI bernilai tinggi

"Negara yang terlambat revolusi industri membutuhkan 100 tahun untuk mengejar ketertinggalan. Negara yang terlambat revolusi AI mungkin tidak pernah bisa mengejar."

Seruan Aksi

Saatnya Bergerak

Kedaulatan digital bukan tanggung jawab satu pihak. Ini membutuhkan gerakan nasional — dari pemerintah, swasta, diaspora, hingga generasi muda Indonesia.

🏛️

Untuk Pemerintah

Kebijakan adalah fondasi segalanya.

  • Percepat Perpres AI dan perkuat UU PDP
  • Alokasikan dana kedaulatan digital — minimal 1% APBN
  • Bangun National AI Compute Cluster melalui BUMN
  • Wajibkan lokalisasi data strategis dengan tenggat tegas
  • Bentuk Badan Kedaulatan AI Nasional
  • Jadikan IKN Nusantara sebagai pilot smart city berdaulat
🏢

Untuk Swasta

Peluang investasi generasi ini.

  • Investasi di data center domestik bertenaga energi terbarukan
  • Bangun layanan cloud berdaulat — pasar $5.5B pada 2031
  • Kembangkan AI untuk sektor prioritas: agri, fintech, kesehatan
  • Fasilitasi OSAT dan perakitan chip — pasar $1.1B+
  • Ikut program hilirisasi nikel untuk baterai dan komponen digital
🌏

Untuk Diaspora

Indonesia membutuhkan kalian pulang.

  • Bawa keahlian AI/ML, cloud engineering, dan chip design pulang
  • Bangun startup deeptech di Indonesia — bukan hanya consumer app
  • Mentoring generasi baru engineer AI Indonesia
  • Hubungkan ekosistem global dengan peluang domestik
  • Investasi di infrastruktur digital tanah air
🧑‍💻

Untuk Generasi Muda

Ini adalah perang kalian — dan masa depan kalian.

  • Pelajari AI/ML, data engineering, cloud architecture
  • Kuasai matematika dan sains komputasi — bukan hanya coding
  • Bangun proyek open-source untuk Bahasa Indonesia NLP
  • Ambil beasiswa ke pusat riset AI dunia — lalu PULANG
  • Jangan jadi user saja — jadilah builder kedaulatan digital